Resmi! Microsoft Mulai Tinggalkan Aplikasi Web di Windows 11 Demi WinUI 3 Native
Diprotes Karena Lemot, Microsoft Mulai Tinggalkan Web App di Windows 11!
Kabar baik bagi kamu pengguna Windows 11! Microsoft secara resmi mengonfirmasi bahwa mereka kini semakin fokus pada WinUI 3 sebagai fondasi utama antarmuka native Windows modern.
Langkah ini diambil dengan tujuan yang sangat jelas: mengurangi ketergantungan pada web wrapper seperti Electron dan Progressive Web Apps (PWA). Selama ini, framework berbasis web tersebut dianggap menjadi salah satu dalang utama mengapa Windows 11 sering terasa kurang responsif dan berat.
Alasan Windows 11 Sering Dikritik: Boros RAM!
Setelah berjalan beberapa tahun, Windows 11 memang tidak luput dari kritik tajam. Banyak pengguna mengeluhkan sistem operasi ini terasa berat, lambat, dan penuh dengan aplikasi berbasis web.
Meskipun teknologi web wrapper mempermudah developer dalam mengembangkan aplikasi lintas platform, dampaknya langsung terasa pada workflow dan performa sistem pengguna.
Salah satu contoh paling nyata adalah Microsoft Teams. Sebagai aplikasi bawaan Windows 11 yang diandalkan banyak perusahaan, Teams berbasis web ini terkenal sangat rakus resource, bahkan bisa memakan RAM hingga 1 GB lebih. Jelas, ini sangat tidak efisien untuk penggunaan harian.
WinUI 3: Senjata Baru Microsoft Demi Performa Kilat
Untungnya, Microsoft tampaknya mulai serius mendengarkan keluhan tersebut. Mereka kini memperkuat framework native sendiri, yaitu WinUI 3. Microsoft berkomitmen menjadikan WinUI 3 sebagai "platform UI native terbaik untuk pengalaman dan aplikasi Windows."
Bukan sekadar janji manis, Microsoft juga membagikan hasil benchmark internal yang cukup memukau. Menggunakan File Explorer dan Notepad sebagai kelinci percobaan utama, berikut peningkatan performa yang berhasil dicapai berkat optimasi WinUI 3:
Memory Allocation: Berkurang hingga 41%
Transient Allocation: 63% lebih sedikit
Function Call: Berkurang 45%
Waktu Eksekusi Kode: Lebih cepat 25%
Bagi kita sebagai pengguna awam, optimasi ini artinya aplikasi native di Windows 11 nantinya akan terbuka jauh lebih cepat, terasa lebih responsif, hemat RAM, serta bebas dari stuttering atau lag kecil yang mengganggu.
Baca Juga:
Tren Pengguna: Pengen PC yang Responsif dan Ringan
Jika diperhatikan, tren pengguna PC saat ini memang sudah berubah. Kalau dulu tampilan estetik dan animasi transisi yang estetik jadi nomor satu, sekarang pengguna justru lebih mengutamakan efisiensi, responsivitas, dan penggunaan resource yang ringan.
Apalagi di tengah harga komponen seperti RAM yang fluktuatif, kehadiran aplikasi desktop yang ternyata cuma "browser berkedok aplikasi" tentu sangat menjengkelkan. Tidak heran jika gelombang kritik terhadap Electron dan PWA semakin membesar.
Jujur saja, banyak dari kita yang merindukan pengalaman desktop klasik yang ringan dan instan seperti era Windows 7 atau Windows 10 versi awal, di mana aplikasi native terasa sangat gesit tanpa drama PC kepanasan.
Nah, bagaimana menurutmu? Apakah kamu setuju dengan langkah Microsoft yang mulai beralih total ke WinUI 3 native ini? Tulis pendapatmu di kolom komentar di baw



تعليقات
إرسال تعليق